jelutung.com

berita

olahraga

opini

Ad Placement

berita

Video

Kamis, 08 Juli 2021

Usai Dilantik, Gubernur Jambi Al Haris Langsung Mengunjungi Hasan Basri Agus, Ini Pesan HBA



Jelutung.com - Setelah dilantik resmi menjadi Gubernur Jambi periode 2021-2024 pada Rabu, 7 Juli 2021, Al Haris langsung mengunjungi Hasan Basri Agus, mantan Gubernur Jambi periode 2010-2015 pada Kamis, 8 Juli 2021 di rumah pribadi Hasan Basri Agus. 

Al Haris datang bersama istrinya, Hesnidar dan Anggota DPR RI, H Bakri. Ia datang langsung memeluk dan mencium tangan Hasan Basri Agus yang kini duduk sebagai Anggota DPR RI.

“Saya datang untuk memohon doa restu sekaligus meminta masukan agar dapat memimpin Provinsi Jambi dengan langkah-langkah percepatan pembangunan. Beliau adalah senior sekaligus Bapak bagi saya. Sehingga wajar saya meminta wejangan,” kata Al Haris kepada awak media.

Baca Juga
Tugas Pertama Al Haris Sebagai Gubernur, Menekan Angka Penyebaran Covid-19

Ketika Hasan Basri Agus menjabat sebagai Gubernur Jambi 2010-2015, Al Haris menjabat sebagai Kepala Biro Umum Setda Pemerintah Provinsi Jambi. Kini, dia resmi menjadi Gubernur Jambi 2021-2024. 

Al Haris mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin untuk memimpin Provinsi Jambi, mengingat masa kepemimpinannya cukup singkat. “Kita akan membenahi banyak hal. Saya juga akan dibantu tim khusus percepatan pembangunan. Saya bisa membangun Provinsi Jambi dengan dukungan masyarakat Jambi,” ujarnya.

Sementara itu, Hasan Basri Agus berpesan kepada Al Haris agar sukses dalam membangun Provinsi Jambi. “Saya yakin Al Haris akan sukses dalam membangun Provinsi Jambi,” katanya kepada awak media. (*)

Rabu, 07 Juli 2021

Al Haris Si Penjual Koran Itu, Kini Jadi Gubernur Jambi

 


Jelutung.com - Siapa bilang mantan penjual koran atau loper koran tak bisa jadi gubernur? Al Haris buktinya. Al Haris yang Bupati Merangin 2 periode itu, kini menjadi Gubernur Jambi masa jabatan 2021-2024.

Berikut biodata dan perjalanan hidup Al Haris, mantan penjual koran dan juga mantan penjual martabak di Pasar Bangko – Merangin (Jambi)

Anak Petani Sekancing yang Rajin Belajar

Al Haris adalah anak seorang petani di Desa Sekancing, Merangin. Lulus SD tahun 1985, pria kelahiran Sekancing 23 November 1973 ini berniat menyambung sekolah di SMP Negeri, tekadnya baja, semangatnya membara.

Meski ekonomi orang tuanya yang hanya petani dan kurang mampu menopang semangatnya bersekolah, Haris tetap semangat. Putra tertua dari pasangan Zarkawi dan Hj. Zuriah ini mendaftar ke sekolah swasta setempat, SMP PGRI Sekancing yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumahnya. Kepala sekolahnya sewaktu itu adalah Harun.

Al Haris menghabiskan waktu sekolahnya dengan sangat padat. Pagi ikut membantu ayahnya motong karet di kebun, jam 13.00 baru bersekolah. Selama tiga tahun aktivitas ini dilakukannya tanpa lelah. Dia tahu, suatu saat, kerja kerasnya akan membuahkan hasil. Impiannya untuk menjadi seseorang yang berguna terus melekat di jiwanya.

Al Haris lulus SMP tahun 1988, tahun berikutnya SMP PGRI Sekancing pun ditutup. Haris berniat melanjutkan study ke SMA Negeri. Lagi-lagi semangatnya terhalang biaya. SMA Negeri waktu itu hanya ada di Kota Bangko. Jaraknya sangat jauh dari Sekancing.

Selengkapnya di Jambiseru.com 

Mantan Kepala BPPRD Kota Jambi Subhi Masuk DPO



Jelutung.com - Kejaksaan Negeri Jambi resmi menetapkan mantan Kepala BPPRD Kota Jambi, Subhi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kita sudah mengeluarkan penetapan DPO atas nama Subhi,” ungkap Kasi Intelijen Kejari Jambi, Rusydi Sastrawan, Selasa (6/7).

Subhi, menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pemotongan intensif pegawai BPPRD Kota Jambi, dan telah tiga kali mangkir  dari panggilan Kejaksaan Negeri Jambi.

“Penetapan DPO akan diteruskan secara berjenjang kepada Kejati Jambi untuk diteruskan kepada pimpinan di Kejaksaan Agung,” jelasnya.

Sebelumnya, Jaksa penyidik Kejari Jambi, mengimbau agar mantan Kepala BPPRD Kota Jambi, Subhi untuk kooperatif. Namun, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Subhi, tidak pernah memenuhi panggilan jaksa penyidik.

Bahkan tim Kejari Jambi sudah melakukan upaya jemput paksa di kediamannya. Namun saat itu, Subhi tidak berada di kediamannya. Menurut pihak keluarga, Subhi (S) sejak pagi tidak berada di rumah.

“Kita sudah lakukan upaya paksa dengan mendatangi tersangka S di kediamannya. Namun, menurut keluarga yang kita temui, tersanga S sejak pagi sudah pergi,” sebut Rusydi Sastrawan.

Senin (5/7) lalu, tim kuasa hukum tersangka Subhi, menyampaikan kepada jaksa penyidik, bahwa tersangka akan hadir memenuhi panggilan pada pukul 13.00 WIB, Senin (5/7).

“Namun, sampai pukul 14.00 WIB, tersangka S dan tim kuasa hukumnya belum juga muncul. Kembali kita sampaikan, sebagai warga negara yang baik, agar tersangka S kooperatif dalam proses hukum yang dijalani. Kepada pihak-pihak terkait, kami imbau kembali, berdasarkan UU agar tidak ada yang menghalangi penyidik ini baik langsung maupun tidak langsung karena diancam dengan pidana,” tegasnya.

Tersangka Subhi diduga melakukan pemotongan pembayaran dana insentif pegawai pemungutan pajak pada BPPRD Kota Jambi dari tahun 2017 sampai dengan 2019.

Tersangka diduga melanggar pasal 12 huruf e UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 64 Kuhpidana atau Pasal 12 huruf F UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 64 KUHP.(*)

Sumber koranjambi.com

Selasa, 27 April 2021

Satu RT di Kelurahan Talang Bakung Zona Oranye Covid-19



Jelutung.com, Satu RT di Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah masuk Zona Oranye Covid-19. Hal ini karena ada 8 orang warganya yang terpapar Covid-19.

Delapan orang warga yang terpapar Covid-19, semuanya warga RT 03 Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Paal Merah, atau tepatnya di wilayah Bajuri. 

Baca Juga
Pesta Ultah Pelajar di Swiss Bell Hotel Jambi Dibubarkan Satpol PP

Camat Paal Merah, Amran membenarkan sebanyak delapan orang warganya terpapar Covid-19, dan tersebar di 5 rumah berbeda.

"RT 03 kini masuk zona oranye," kata Amran.

Menurutnya, cara penularan Covid-19 kepada warganya ini beragam. Ada yang terpapar oleh keponakan, ada juga yang karena pesta ulang tahun. 

"Tapi bukan ulangtahun perayaan di Swissbell," Tutupnya.(red)

Senin, 26 April 2021

Pesta Ultah Pelajar di Swiss Bell Hotel Jambi Dibubarkan Satpol PP



Jelutung.com - Pesta Ulang Tahun (Ultah) yang diselenggarakan di The View Swiss-Belhotel, Sabtu (24/4) dibubarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi.

Pesta Ultah salah satu pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Kota Jambi itu, diikuti puluhan muda-mudi yang berasal dari sejumlah SMA di Kota Jambi. Mereka berjoget dan berkerumun tanpa mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Pembubaran pesta tersebut, dipimpin langsung Kepala Satpol PP Kota Jambi, Mustari Affandi bersama petugas kepolisian. Melihat kedatangan petugas, para tamu langsung panik. Puluhan pelajar tersebut langsung dikumpulkan oleh petugas dan diberikan arahan.

"Kalian telah melanggar, ini sudah yang kedua kali. Wajib bayarkan denda, jika masih juga mengulangi kami segel tempat kalian," tegas Mustari, kepada pihak hotel.

Baca Juga
Honda BeAT Listrik Lebih Kencang dari Ninja 250cc

Sementara itu, pihak hotel menyanggupi denda dan sanksi yang mereka terima. Lalu semua peserta dibubarkan dan diminta meninggalkan lokasi acara.

"Kalian semua besok harus lakukan test antigen covid-19," tegas Mustari.

Nantinya, kata dia para pelajar yang mengikuti pesta ulang tahun akan dilakukan rapid antigen dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah.(*)

Dikutip dari Jambi-independent.co.id

Jumat, 23 April 2021

Sungai Tembesi Meluap, Beberapa Rumah Warga Terendam



Jelutung.com - Air sungai Tembesi Sarolangun Meluap, beberapa rumah yang berada di wilayah Kompi A lama terendam akibat banjir ini.

Banjir setinggi lutut orang dewasa, mengakibatkan sebagian warga harus mengevakuasi alat elektronik dan kendaraannya.

Wila, pemilik warung di tepian Cik Mina Sarolangun saat ditemui di warungnya mengatakan, banjir merendam sebagian RT 9 dan warungnya sekitar 08:00.

"Kalau mulai naik dari sebelum sahur, pukul 08.00 mulai naik sampe masuk warung. Saat ini air masih bertahan," katanya," Jumat (23/4).

Baca Juga
Honda BeAT Listrik Lebih Kencang dari Ninja 250cc

Selain itu Desa Pulau Pinang dan Lidung, beberapa lokasi lainnya juga terendam banjir akibat luapan sungai Tembesi Sarolangun.(*)

sudah terbit di jambi-independent.co.id

Honda BeAT Listrik Lebih Kencang dari Ninja 250cc



Jelutung.com - Mau Coba Motor Honda Beat Listrik? Silahkan datan ke Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) Hybrid 2021.

Ajang IIMS Hybrid 2021 tidak hanya menyajikan motor keluaran pabrikan tetapi juga bisa menjajal roda dua yang sudah dimodifikasi. Salah satunya Honda BeAT yang dikonversi menjadi listrik besutan Petrik Bike.

Honda BeAT listrik yang mejeng di area test ride IIMS Hybrid 2021 ini hasil modifikasi yang ditujukan untuk turun di ajang drag race. 

Hendro salah satu penggiat di Komunitas Sepeda Motor Listrik (KOSMIK) mengatakan BeAT Listrik tersebut menghabiskan biaya yang dihabiskan Rp 40 juta. 

"Ini kan keperluannya beda, kemarin dibuat untuk turun drag race, speknya memang lebih up atau overkill," ungkap Hendro saat ditemui di booth test ride KOSMIK di Kemayoran, Jakarta, Dikutip dari detikcom.

Menurutnya Biaya ini bisa ditekan jika penggunaannya untuk spek harian, berkisar di angka Rp 15 juta hingga Rp 25 juta.

Untuk diketahui proyek ini dikerjakan oleh Ady Siswanto dari bengkel modifikasi PetrikBike, di Jatiranggon, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga
Musprov Pemilihan Ketua Perbasi Jambi Diskors

Menurut Ady, motor bebek atau motor matik entry level seperti Honda BeAT yang dimodifikasi menjadi motor listrik, bakal memiliki tarikan awal yang lebih kuat dibanding motor bensin 250 cc sekalipun.

"Dengan motor bebek atau matik, diganti pakai motor listrik, ini tenaga awalnya bakal gede banget, bahkan Ninja 250 aja bisa kalah tarikan awalnya dengan motor ini," jelas Ady beberapa waktu yang lalu.

Berbeda dengan motor listrik Gesits yang menggunakan mid-drive, di mana tenaga disalurkan melalui belt untuk penggerak roda. BeAT listrik itu langsung memasang motor listrik berkapasitas 5.000 watt pada tromol roda belakang.

Perbedaan yang paling terasa ialah suara, tentu saja karena CVT, mesin, serta knalpot sudah tak digunakan lagi.

Saat kontak diposisikan ke on, Honda BeAT listrik ini sudah bisa langsung ngacir. Motor terasa lebih hening, atau sudah tak ada suara yang keluar dari knalpot lagi.

Tenaga dari baterai yang disalurkan ke hub motor 5.000 Watt tidak bisa dianggap remeh, akselerasinya sangat kuat, tenaga terus terisi hingga ke putaran atas. Namun tidak nyentak saat di awal alias masih halus untuk kategori sepeda motor.

Bagaimana, anda tertarik mencobanya ?

dikutip dari detikcom

Intermezzo

Travel

Teknologi