Opini Musri Nauli: Jelutung (2) - jelutung.com

Sabtu, 10 April 2021

Opini Musri Nauli: Jelutung (2)

Musri Nauli 


Jelutung.com - Menurut berbagai data sumber, dikenal berbagai jenis jelutung. Dikenal dua jenis  jelutung darat  (Dyera costulata) dan jelutung rawa (Dyera pholypylla syn Dyera lowii). 


Jelutung darat  (Dyera costulata) terletak di kawasan hutan dataran rendah. Jelutung berbunga dua kali setahun. Bunganya berwarna putih dan buahnya berbentuk polong. Apabila sudah matang, buahnya pecah untuk menyebarkan biji-biji berukuran kecil dan bersayap di sekitarnya.


Didaerah Hutan Sungai Lalan yang terdapat masyarakat Batin Sembilan sudah lama terbiasa memanen getah jelutung. Mereka memanen dari 32 pohon. Seperti karet, pohon jelutung juga disadap untuk mendapatkan getahnya.


Menurut Tumenggung Batin Sembilan Rombong Kandang Rebo – Bawah Bedaro  Bakal Petas, Batanghari, Datuk Rusman, dari 5 keluarga pemanen jelutung itu bisa terkumpul sekitar 1 ton getah jelutung per bulan.


Dengan hasil yang menjanjikan maka memberikan manfaat kepada masyarakat. 


Secara sosial, budidaya pohon jelutung mulai dari tanam, pelihara dan panen getah dapat menyerap tenaga kerja.


Sedangkan jelutung rawa (Dyera pholypylla syn Dyera lowii) menarik perhatian. Menurut data berbagai sumber, jelutung rawa memiliki nama ilmiah Dyera polyphylla (Miq.) Nama latin ini kemudian sinonim (sama) dengan Alstonia polyphylla Miq. 


Baca Juga Opini Musri Nauli: Jelutung


Ditengah masyarakat, Jelutung rawa sering disebutkan seperti Kayu gapuk (Sumatera), pantung (Borneo) dan Jelutung payo (Jambi). 


Jelutung mempunyai batang yang Bagus, ringan dan lunak, stablil namun tidak tahan lama. Biasanya digunakan untuk mebel atau furnituer. 


Cocok dan cepat tumbuh di gambut menjadi favorit ketika kebakaran melanda di Daerah gambut. Sehingga mempercepat pemulihan di gambut. 


Menurut  Dri Handoyo, Dinas Kehutanan Tanjung Jabung Barat didalam tulisannya  Mengembalikan Kejayaan Jelutung di Hutan Gambut” menyebutkan Di Kelurahan Mekar Jaya, Kecamatan Betara, tepatnya di Parit Tomo, Parit Lapis Tomo dan Parit Panglong, jelutung ditanam sekitar tahun 2010. Pengukuran terhadap 151 batang berumur 5 bulan tinggi rata-rata mencapai 32,56 cm dan keliling batang rata-rata 2,04 cm. Pelaksanaan kegiatan untuk 2011 direncanakan di Parit Jelutung, Parit Mutiara 1, Parit Mutiara 2, Parit Pemuda dan Parit Tawakal termasuk wilayah administrasi Kelurahan Bram Hitam Kiri Kecamatan Bram Hitam. 


Advokat. Tinggal di Jambi 

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda