Opini Musri Nauli, Lebak Bandung - jelutung.com

Senin, 12 April 2021

Opini Musri Nauli, Lebak Bandung



Jelutung.com, Kelurahan Lebak Bandung berdiri pada tahun 1981 setelah mekar dari Kelurahan Payo Lebar. Kelurahan Lebak Bandung merupakan salah satu kelurahan yang berada di wilayah Kecamatan Jelutung Kota Jambi  berdasarkan undang-undang Nomor 9 Tahun 1956 tentang pemebentukan  Daerah Otonom Kota Besar dalam lingkungan Daerah provinsi Sumatera Tengah (Lembaran Negara Tahun 1956 Tahun 1956 Nomor 20) dan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005 tentang kelurahan. Kelurahan Lebak Bandung yang pertama kali berdiri dipimpin oleh Bapak Arifuddin (Nyimas Sari Hardianti, UIN STS, 2019). 


Kelurahan Lebak Bandung secara geografis terletak pada ketinggian kurang lebih 10 meter dari permukaan laut.


Kelurahan Lebak Bandung memiliki batas wilayah: Sebelah Utara berbatasan dengan Kelurahan Beringin Kecamatan
Pasar Jambi. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kelurahan Paal Lima Kecamatan Kota Baru. Sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Murni dan Kelurahan Payo Lebar. Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Cemapaka Putih dan Kelurahan Jelutung. 


Jumlah penduduk 10.908 orang. Terdiri dari 5.455 Laki-laki dan 5.453 Perempuan (BPS, 2020). 


Nama Lebak Bandung disebutkan  didalam Skripsi Andry Anggiat M.H “PERJUANGAN TNI DALAM PERANG KEMERDEKAAN DI JAMBI 1947-1949” mengutip “Sejarah Revolusi Kemerdekaan Daerah Jambi”. Dalam penyerangan itu, Belanda mengarahkan kurang lebih 40 pesawat udara yang terdiri dari pesawat pemburu, pesawat pembom B-25, dan pesawat pengangkut nahkoda, secara serentak mereka menyerang kota Jambi, untuk menguasai kota Jambi, Belanda melakukan penyerangan dari tiga jurusan yaitu : Pal Merah, Simpang Jelutung Langsung ke kota Jambi, dan dari kenali Asam sampai di Simpang Kawat di pecah dua, satu ke Lebak Bandung m ke Simpang Pulai dan yang lain ke Simpang Tiga Sipin, menghadapi serangan Belanda itu daerah Jambi aktif melakukan perlawanan. 


Sebagai akibat-akibat dari taktik perang gerilya yang di terapkan oleh TNI di Jambi, maka menjadikan masa peperangan menjadi panjang dan mengakibatkan Belanda menambah perbekalan perang. 


Advokat. Tinggal di Jambi  

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda