jelutung.com: berita
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Juli 2021

Al Haris Si Penjual Koran Itu, Kini Jadi Gubernur Jambi

 


Jelutung.com - Siapa bilang mantan penjual koran atau loper koran tak bisa jadi gubernur? Al Haris buktinya. Al Haris yang Bupati Merangin 2 periode itu, kini menjadi Gubernur Jambi masa jabatan 2021-2024.

Berikut biodata dan perjalanan hidup Al Haris, mantan penjual koran dan juga mantan penjual martabak di Pasar Bangko – Merangin (Jambi)

Anak Petani Sekancing yang Rajin Belajar

Al Haris adalah anak seorang petani di Desa Sekancing, Merangin. Lulus SD tahun 1985, pria kelahiran Sekancing 23 November 1973 ini berniat menyambung sekolah di SMP Negeri, tekadnya baja, semangatnya membara.

Meski ekonomi orang tuanya yang hanya petani dan kurang mampu menopang semangatnya bersekolah, Haris tetap semangat. Putra tertua dari pasangan Zarkawi dan Hj. Zuriah ini mendaftar ke sekolah swasta setempat, SMP PGRI Sekancing yang berjarak sekitar 2 kilometer dari rumahnya. Kepala sekolahnya sewaktu itu adalah Harun.

Al Haris menghabiskan waktu sekolahnya dengan sangat padat. Pagi ikut membantu ayahnya motong karet di kebun, jam 13.00 baru bersekolah. Selama tiga tahun aktivitas ini dilakukannya tanpa lelah. Dia tahu, suatu saat, kerja kerasnya akan membuahkan hasil. Impiannya untuk menjadi seseorang yang berguna terus melekat di jiwanya.

Al Haris lulus SMP tahun 1988, tahun berikutnya SMP PGRI Sekancing pun ditutup. Haris berniat melanjutkan study ke SMA Negeri. Lagi-lagi semangatnya terhalang biaya. SMA Negeri waktu itu hanya ada di Kota Bangko. Jaraknya sangat jauh dari Sekancing.

Selengkapnya di Jambiseru.com 

Mantan Kepala BPPRD Kota Jambi Subhi Masuk DPO



Jelutung.com - Kejaksaan Negeri Jambi resmi menetapkan mantan Kepala BPPRD Kota Jambi, Subhi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kita sudah mengeluarkan penetapan DPO atas nama Subhi,” ungkap Kasi Intelijen Kejari Jambi, Rusydi Sastrawan, Selasa (6/7).

Subhi, menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pemotongan intensif pegawai BPPRD Kota Jambi, dan telah tiga kali mangkir  dari panggilan Kejaksaan Negeri Jambi.

“Penetapan DPO akan diteruskan secara berjenjang kepada Kejati Jambi untuk diteruskan kepada pimpinan di Kejaksaan Agung,” jelasnya.

Sebelumnya, Jaksa penyidik Kejari Jambi, mengimbau agar mantan Kepala BPPRD Kota Jambi, Subhi untuk kooperatif. Namun, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Subhi, tidak pernah memenuhi panggilan jaksa penyidik.

Bahkan tim Kejari Jambi sudah melakukan upaya jemput paksa di kediamannya. Namun saat itu, Subhi tidak berada di kediamannya. Menurut pihak keluarga, Subhi (S) sejak pagi tidak berada di rumah.

“Kita sudah lakukan upaya paksa dengan mendatangi tersangka S di kediamannya. Namun, menurut keluarga yang kita temui, tersanga S sejak pagi sudah pergi,” sebut Rusydi Sastrawan.

Senin (5/7) lalu, tim kuasa hukum tersangka Subhi, menyampaikan kepada jaksa penyidik, bahwa tersangka akan hadir memenuhi panggilan pada pukul 13.00 WIB, Senin (5/7).

“Namun, sampai pukul 14.00 WIB, tersangka S dan tim kuasa hukumnya belum juga muncul. Kembali kita sampaikan, sebagai warga negara yang baik, agar tersangka S kooperatif dalam proses hukum yang dijalani. Kepada pihak-pihak terkait, kami imbau kembali, berdasarkan UU agar tidak ada yang menghalangi penyidik ini baik langsung maupun tidak langsung karena diancam dengan pidana,” tegasnya.

Tersangka Subhi diduga melakukan pemotongan pembayaran dana insentif pegawai pemungutan pajak pada BPPRD Kota Jambi dari tahun 2017 sampai dengan 2019.

Tersangka diduga melanggar pasal 12 huruf e UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 64 Kuhpidana atau Pasal 12 huruf F UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 64 KUHP.(*)

Sumber koranjambi.com

Selasa, 27 April 2021

Satu RT di Kelurahan Talang Bakung Zona Oranye Covid-19



Jelutung.com, Satu RT di Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah masuk Zona Oranye Covid-19. Hal ini karena ada 8 orang warganya yang terpapar Covid-19.

Delapan orang warga yang terpapar Covid-19, semuanya warga RT 03 Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Paal Merah, atau tepatnya di wilayah Bajuri. 

Baca Juga
Pesta Ultah Pelajar di Swiss Bell Hotel Jambi Dibubarkan Satpol PP

Camat Paal Merah, Amran membenarkan sebanyak delapan orang warganya terpapar Covid-19, dan tersebar di 5 rumah berbeda.

"RT 03 kini masuk zona oranye," kata Amran.

Menurutnya, cara penularan Covid-19 kepada warganya ini beragam. Ada yang terpapar oleh keponakan, ada juga yang karena pesta ulang tahun. 

"Tapi bukan ulangtahun perayaan di Swissbell," Tutupnya.(red)

Senin, 26 April 2021

Pesta Ultah Pelajar di Swiss Bell Hotel Jambi Dibubarkan Satpol PP



Jelutung.com - Pesta Ulang Tahun (Ultah) yang diselenggarakan di The View Swiss-Belhotel, Sabtu (24/4) dibubarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi.

Pesta Ultah salah satu pelajar sekolah menengah atas (SMA) di Kota Jambi itu, diikuti puluhan muda-mudi yang berasal dari sejumlah SMA di Kota Jambi. Mereka berjoget dan berkerumun tanpa mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Pembubaran pesta tersebut, dipimpin langsung Kepala Satpol PP Kota Jambi, Mustari Affandi bersama petugas kepolisian. Melihat kedatangan petugas, para tamu langsung panik. Puluhan pelajar tersebut langsung dikumpulkan oleh petugas dan diberikan arahan.

"Kalian telah melanggar, ini sudah yang kedua kali. Wajib bayarkan denda, jika masih juga mengulangi kami segel tempat kalian," tegas Mustari, kepada pihak hotel.

Baca Juga
Honda BeAT Listrik Lebih Kencang dari Ninja 250cc

Sementara itu, pihak hotel menyanggupi denda dan sanksi yang mereka terima. Lalu semua peserta dibubarkan dan diminta meninggalkan lokasi acara.

"Kalian semua besok harus lakukan test antigen covid-19," tegas Mustari.

Nantinya, kata dia para pelajar yang mengikuti pesta ulang tahun akan dilakukan rapid antigen dengan berkoordinasi dengan pihak sekolah.(*)

Dikutip dari Jambi-independent.co.id

Jumat, 23 April 2021

Sungai Tembesi Meluap, Beberapa Rumah Warga Terendam



Jelutung.com - Air sungai Tembesi Sarolangun Meluap, beberapa rumah yang berada di wilayah Kompi A lama terendam akibat banjir ini.

Banjir setinggi lutut orang dewasa, mengakibatkan sebagian warga harus mengevakuasi alat elektronik dan kendaraannya.

Wila, pemilik warung di tepian Cik Mina Sarolangun saat ditemui di warungnya mengatakan, banjir merendam sebagian RT 9 dan warungnya sekitar 08:00.

"Kalau mulai naik dari sebelum sahur, pukul 08.00 mulai naik sampe masuk warung. Saat ini air masih bertahan," katanya," Jumat (23/4).

Baca Juga
Honda BeAT Listrik Lebih Kencang dari Ninja 250cc

Selain itu Desa Pulau Pinang dan Lidung, beberapa lokasi lainnya juga terendam banjir akibat luapan sungai Tembesi Sarolangun.(*)

sudah terbit di jambi-independent.co.id

Honda BeAT Listrik Lebih Kencang dari Ninja 250cc



Jelutung.com - Mau Coba Motor Honda Beat Listrik? Silahkan datan ke Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) Hybrid 2021.

Ajang IIMS Hybrid 2021 tidak hanya menyajikan motor keluaran pabrikan tetapi juga bisa menjajal roda dua yang sudah dimodifikasi. Salah satunya Honda BeAT yang dikonversi menjadi listrik besutan Petrik Bike.

Honda BeAT listrik yang mejeng di area test ride IIMS Hybrid 2021 ini hasil modifikasi yang ditujukan untuk turun di ajang drag race. 

Hendro salah satu penggiat di Komunitas Sepeda Motor Listrik (KOSMIK) mengatakan BeAT Listrik tersebut menghabiskan biaya yang dihabiskan Rp 40 juta. 

"Ini kan keperluannya beda, kemarin dibuat untuk turun drag race, speknya memang lebih up atau overkill," ungkap Hendro saat ditemui di booth test ride KOSMIK di Kemayoran, Jakarta, Dikutip dari detikcom.

Menurutnya Biaya ini bisa ditekan jika penggunaannya untuk spek harian, berkisar di angka Rp 15 juta hingga Rp 25 juta.

Untuk diketahui proyek ini dikerjakan oleh Ady Siswanto dari bengkel modifikasi PetrikBike, di Jatiranggon, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga
Musprov Pemilihan Ketua Perbasi Jambi Diskors

Menurut Ady, motor bebek atau motor matik entry level seperti Honda BeAT yang dimodifikasi menjadi motor listrik, bakal memiliki tarikan awal yang lebih kuat dibanding motor bensin 250 cc sekalipun.

"Dengan motor bebek atau matik, diganti pakai motor listrik, ini tenaga awalnya bakal gede banget, bahkan Ninja 250 aja bisa kalah tarikan awalnya dengan motor ini," jelas Ady beberapa waktu yang lalu.

Berbeda dengan motor listrik Gesits yang menggunakan mid-drive, di mana tenaga disalurkan melalui belt untuk penggerak roda. BeAT listrik itu langsung memasang motor listrik berkapasitas 5.000 watt pada tromol roda belakang.

Perbedaan yang paling terasa ialah suara, tentu saja karena CVT, mesin, serta knalpot sudah tak digunakan lagi.

Saat kontak diposisikan ke on, Honda BeAT listrik ini sudah bisa langsung ngacir. Motor terasa lebih hening, atau sudah tak ada suara yang keluar dari knalpot lagi.

Tenaga dari baterai yang disalurkan ke hub motor 5.000 Watt tidak bisa dianggap remeh, akselerasinya sangat kuat, tenaga terus terisi hingga ke putaran atas. Namun tidak nyentak saat di awal alias masih halus untuk kategori sepeda motor.

Bagaimana, anda tertarik mencobanya ?

dikutip dari detikcom

Kamis, 22 April 2021

Musprov Pemilihan Ketua Perbasi Jambi Diskors



Jelutung.com - Perbasi Jambi menggelar Musprov guna memilih Ketua Umum Perbasi Jambi menggantikan Kemas Faried Alfarelly yang mundur dari jabatannya.

Musprov Perbasi Jambi ini digelar di Grand Hotel (21/4), Agusman bertindak sebagai pimpinan sidang. Namun Musprov pemilihan Ketua Umum Perbasi Jambi ini terpaksa di skors karena tidak mencapai kata mufakat.

Baca Selengkapnya Disini Pemilihan Ketua Perbasi Jambi Diskors

Rabu, 21 April 2021

Warga Tanjung Johor Sempat Blokir Jalan



Jelutung.com - Ruas Jalan KH A Majid sempat di blokir oleh pemuda warga kelurahan Tanjungjohor, Kecamatan Pelayangan, Rabu (21/4).

Pemuda Tanjungjohor melakukan pemblokiran ini lantaran Perbaikan ruan jalan tersebut terhenti. Mereka juga menganggap perbaikan jalan tersebut terkesan lamban, sehingga berdampak pada lingkungan warga disekitar jalan.

Warga mengaku, jika perbaikan jalan tersebut sudah 2 kali lebaran, namun tak kunjung selesai atau diaspal.

"Kita harap profesional dan bertanggung jawablah dengan pekerjaannya. Sudah dua kali lebaran belum diperbaiki, kami minta jalan ini lekas diperbaiki dan selesai sebelum lebaran besok," sebut M Rasiadi Ali, Dikutip dari Jambi-independent.co.id.

Baca Juga
Polsek Jambi Timur Amankan Pasangan Muda-mudi, Diduga Habis Pesta Seks
Opini Musri Nauli: Kecamatan Jelutung (3)

Sementara itu, Lurah Tanjungjohor, Benny mengatakan memang sempat ada aksi pemblokiran jalan oleh warga. Hanya saja, pemblokiran dibatalkan lantaran pengerjaan jalan sudah dimulai hari ini.

"Tadi rencananya warga memang mau memblokir jalan dari Tanjungjohor hingga Arab Melayu, karena jalan tak kunjung dikerjakan. Namun hal itu gak jadi dilakukan karena pada hari ini jalan sudah mulai dikerjakan dari Tanjungjohor, tepatnya dari depan Pesantren Aljauharen," jelasnya.(*)

Selasa, 20 April 2021

Polsek Jambi Timur Amankan Pasangan Muda-mudi, Diduga Habis Pesta Seks

pasangan muda-mudi habis pesta seks


Jelutung.com - Kepolisian Sektor Jambi Timur bersama tim melakukan razia Penyakit Masyarakat (Pekat), Senin (19/4). Razia ini menyasar ke cafe-cafe dan hotel yang ada di wilayah Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.

Pada razia ini, petugas masih menemukan cafe yang menjual minuman keras masih beroperasi saat bulan ramadan ini. Tujuh orang termasuk pemilik Cafe Gold langsung diamankan petugas.

Selanjutnya tim menuju 3 hotel yang ada di Kelurahan Talang Banjar dan Kelurahan Payo Selincah. Dari 3 hotel yang didatangi petugas, 15 orang muda-mudi dan bukan suami istri diamankan petugas.

Ada yang menarik saat razia hotel ini. Saat di Hotel Raja, petugas mendapati 2 wanita dan 3 pria berada dalam satu kamar, kemudian ditemukan alat pengaman bekas pakai, diduga mereka sudah melakukan pesta seks.

Baca BLT Tak Cair, Suami Tega Aniaya Istri Hingga Kritis

Kapolsek Jambi Timur, AKP Hendra Manurung mengatakan bahwa razia ini dilakukan sebagai upaya dari kepolisian untuk menjaga ketertiban masyarakat.

"Razia pekat ini sebagai upaya terciptanya ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Jambi Timur ini dan akan rutin kita lakukan selama bulan puasa," ujar Hendra.

Mereka yang terjaring ini akan didata dan dilakukan pembinaan, karena banyak di antara mereka yang masih di bawah umur, pihak Polsek akan memanggil orang tua mereka masing-masing.(red)

BLT Tak Cair, Suami Tega Aniaya Istri Hingga Kritis

Foto Ilustrasi


Jelutung.com - Seorang pria warga Payo Lebar, Jelutung, tega menganiaya istrinya hingga kritis. Polisi menangkap Hasan (44) setelah mendapat laporan dari warga.

Hasan tega menganiaya istrinya lantaran sang istri yang disuruh mengurus uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) namun tak kunjung cair.

Kapolsek Jelutung, Iptu Aidil Munsaf membenarkan kejadian ini dan saat ini pelaku sudah diamankan pihak kepolisian.

"Pelaku kini sudah kita tangkap. Jadi, sebelum penganiayaan ini terjadi, pagi hari nya antara pelaku dan istrinya ini ribut, ribut karena BLT yang selalu diurus sang isteri tidak cair, lalu pelaku emosi," Aidil Munsaf, Senin (19/4/2021) dikutip dari detik.com.

"Saat ini korban masih terbaring dengan menjalani perawatan serius di Rumah Sakit Bhayangkara. Korban juga sempat alami kritis," tambah Aidil.

Baca Juga Janda Ngaku Gadis, Suami Tuntut Ganti Rugi Rp 5 M

Kejadian berawal Jumat (16/4/2021), pagi hari pelaku ribut dengan istrinya persoalan BLT yang tak kunjung cair. malam harinya pelaku dan istri kembali ribut tentang permasalahan yang sama.

Saat ribut malam hari itu pelaku kesal hingga menganiaya istrinya menggunakan batu gilingan ke bagian wajah sang istri, lalu pelaku mengambil pisau dapur dan menusukkannya ke punggung korban.

Ternyata tak hanya sekali pelaku menganiaya istrinya, kejadian serupa pernah dilakukannya saat keduanya masih tinggal di kota Palembang. 

Saat itu korban juga sempat mengalami luka yang parah, namun pelaku berhasil membujuk korban dengan dalih ingin berubah. Sang istripun memaafkannya dan kembali hidup bersama, hingga mereka pindah ke Jambi.

"Nah untuk kasus hukumnya yang di Palembang itu belum kelar, masih dalam proses, tetapi dia bawa istrinya ke Jambi," ujar Kanit Reskrim Polsek Jelutung, Ipda Fajarudin.

Atas perbuatan pelaku, kini pelaku harus mendekam di sel tahanan untuk dapat mempertanggunghawabkan perbuatannya.(red)

Sabtu, 17 April 2021

Janda Ngaku Gadis, Suami Tuntut Ganti Rugi Rp 5 M



Jelutung.com - 13 tahun menikah, wanita di Makassar dituntut ganti rugi Rp 5 miliar oleh suaminya Sendiri (YA).

Wanita berinisial NN ini digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar karena telah membohongi suaminya dengan mengaku sebagai gadis saat mereka menikah, 2006 silam.

Kenyataannya NN pernah menikah pada 1996 dengan pria lain berinisial SH. Mengetahui hal ini YA menggugat NN ke Pengadilan Negeri Makassar dengan No 1018/Pid.B/2020/PN.

YA menyebut dirinya mendapatkan kerugian mencapai Rp 5 miliar karena dirinya membiayai pernikahan sampai biaya sekolah hingga NN mendapatkan gelar doktornya.

Saksi korban juga mengalami kerugian imateriil karena merasa tertipu dan malu disebabkan terdakwa sebelumnya pernah menikah dengan orang lain dan mengakui dirinya masih perawan dan tidak pernah memberitahukan statusnya tersebut kepada Yulian.

Di persidangan terungkap perkenalan keduanya terjadi saat dipertemukan oleh ibu NN. Keduanya berpacaran 3 bulan meski dengan jarak jauh, dikarenakan posisi Yulian saat itu berada di Jakarta dan NN berada di Makassar.

Selama proses pacaran itu, pihak keluarga tidak pernah memberitahukan status NN sebenarnya kepada Yulian.

Menariknya, sebelum melangsungkan pernikahan, pihak NN menempatkan keterangan palsu ke dalam suatu akta autentik adalah buku/kutipan Akta Nikah nomor 217/17/V/2016 tanggal 7 Mei 2006 yang mana tertuang status terdakwa adalah perawan sementara pada saat itu statusnya adalah janda.

Hakim Hartono Pancono, yang mengadili perkara ini, akhirnya menyatakan NN bersalah karena dianggap memberikan keterangan palsu ke dalam sebuah akta autentik tentang suatu kejadian sebenarnya.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 bulan 9 hari,” kata Hartono dalam putusannya.

Pengadilan juga membebankan kepada terdakwa biaya perkara sebesar Rp 5.000. Putusan ini dibacakan pada 11 Januari 2021 di PN Makassar. (*)

Dikutip dari nasional.id

Jumat, 16 April 2021

Harga Cabe Di Pasar Angso Duo Naik



Jelutung.com – Harga cabe merah di Pasar Angso Duo mengalami kenaikan. Hal ini tidak hanya dipengaruhi ramainya pembeli saat awal Ramadan, tetapi juga karena kurangnya pasokan cabe ke Kota Jambi dari daerah pengirim.

"Penyebab harga cabe naik disebabkan berkurangnya pasokan cabe merah besar dari lokal, Bengkulu, Jawa Barat dan Jawa Tengah," kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Provinsi Jambi Syamsurizal, Rabu (14/4).

Syamsurizal mengatakan, untuk harga cabe merah keriting mengalami kenaikan harga dari Rp 34 ribu, menjadi Rp 55 ribu atau naik sebesar Rp 21 ribu atau 62 persen.

Sementara untuk jenis Untuk cabe merah besar juga mengalami kenaikan harga dari Rp 32 ribu menjadi Rp 50 ribu atau naik sebesar Rp18 ribu atau sebanyak 56 persen.

Lanjutnya, saat ini yang masih sangat tinggi yakni cabe rawit merah mengalami kenaikan harga dari Rp 75 ribu menjadi Rp 90 ribu atau naik sebesar Rp15 ribu atau sekitar 20 persen.

"Untuk cabe rawit ini juga disebabkan berkurangnya pasokan cabe rawit dari Bengkulu dan Jawa Tengah,” tambahnya. 

Baca juga Harga Daging Sapi di Pasar Talang Banjar 140 Ribu Rupiah

Naiknya harga cabe ini dikeluhkan warga Kota Jambi. Dengan terpaksa warga harus mengurangi konsumsi cabe guna bisa membeli kebutuhan yang lain.

"Ya terpaksa dikurangi, biasonyo sayo beli cabe 2 kg untuk 1 minggu, sekarang harus cukup 1,5 kilo seminggunyo," ujar Dewi, sambil berjalan menuju motornya.

Untuk harga kebutuhan pangan lainnya masih stabil. Bawang merah di pasar Angso Duo  Rp 29 ribu perkilogramnya, dan bawang putih Rp 22 ribu perkilogram.

Harga daging sapi/kerbau juga masih relatif stabil, berkisar diangka Rp 140 - 150 ribu perkilogramnya, sementara untuk harga ayam potong saat ini Rp 28 ribu perkilogram.(red)

Intermezzo

Travel

Teknologi