jelutung.com: nasional
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 April 2021

Janda Ngaku Gadis, Suami Tuntut Ganti Rugi Rp 5 M



Jelutung.com - 13 tahun menikah, wanita di Makassar dituntut ganti rugi Rp 5 miliar oleh suaminya Sendiri (YA).

Wanita berinisial NN ini digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar karena telah membohongi suaminya dengan mengaku sebagai gadis saat mereka menikah, 2006 silam.

Kenyataannya NN pernah menikah pada 1996 dengan pria lain berinisial SH. Mengetahui hal ini YA menggugat NN ke Pengadilan Negeri Makassar dengan No 1018/Pid.B/2020/PN.

YA menyebut dirinya mendapatkan kerugian mencapai Rp 5 miliar karena dirinya membiayai pernikahan sampai biaya sekolah hingga NN mendapatkan gelar doktornya.

Saksi korban juga mengalami kerugian imateriil karena merasa tertipu dan malu disebabkan terdakwa sebelumnya pernah menikah dengan orang lain dan mengakui dirinya masih perawan dan tidak pernah memberitahukan statusnya tersebut kepada Yulian.

Di persidangan terungkap perkenalan keduanya terjadi saat dipertemukan oleh ibu NN. Keduanya berpacaran 3 bulan meski dengan jarak jauh, dikarenakan posisi Yulian saat itu berada di Jakarta dan NN berada di Makassar.

Selama proses pacaran itu, pihak keluarga tidak pernah memberitahukan status NN sebenarnya kepada Yulian.

Menariknya, sebelum melangsungkan pernikahan, pihak NN menempatkan keterangan palsu ke dalam suatu akta autentik adalah buku/kutipan Akta Nikah nomor 217/17/V/2016 tanggal 7 Mei 2006 yang mana tertuang status terdakwa adalah perawan sementara pada saat itu statusnya adalah janda.

Hakim Hartono Pancono, yang mengadili perkara ini, akhirnya menyatakan NN bersalah karena dianggap memberikan keterangan palsu ke dalam sebuah akta autentik tentang suatu kejadian sebenarnya.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 bulan 9 hari,” kata Hartono dalam putusannya.

Pengadilan juga membebankan kepada terdakwa biaya perkara sebesar Rp 5.000. Putusan ini dibacakan pada 11 Januari 2021 di PN Makassar. (*)

Dikutip dari nasional.id

Rabu, 14 April 2021

Ganti Profil Medsos Anda Dengan "Twibbon" Hari Otoda ke-25, Ini Caranya



Jelutung.com - Dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah yang ke-25, tepatnya jatuh pada 25 April 2021. Kementrian dalam negeri mengajak seluruh ASN dibawah lingkup Kemendagri dan Pemda Provinsi, Kab/Kota se Indonesia  untuk mengganti profil WA atau sosmed dengan "twibbon" peringatan hari otonomi daerah ke-25 tahun 2021.

"Twibbon" itu adalah bingkai foto yang dibuat dengan sedemikian rupa yang ditujukan untuk dukungan, promosi dan lainnya.

Adapun "Twibbon" peringatan hari otonomi daerah ke-25 dapat anda gunakan dengan cara sebagai berikut:

Pertama, anda harus membuka link https://twb.nz/otdaxxvkemendagri.

Kedua, Klik tombol pilih foto, lalu pilih foto paling keren yang anda gunakan untuk tampil di gadget anda.

Ketiga, Sesuaikan foto dengan frame yang ada, lalu klik crop. Tunggu proses selesai.

Lalu klik download, Selesai.

Prosesnya sangat mudah dan cepat. Tunggu apa lagi, ayo tunjukan partisipasi dan kepedulian kita dalam moment 25 th Otonomi Daerah.

Tetap disiplin dan taati protokol Kesehatan dengan 4M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan).(red)

Rabu, 07 April 2021

ASN Dilarang Cuti dan Mudik pada 6-17 Mei 2021



Jelutung.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo melarang aparatur sipil negara (ASN) bepergian ke luar daerah atau mudik selama larangan mudik berlangsung. Tjahjo juga melarang ASN mengambil cuti selama libur Lebaran 2021.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 08 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian Keluar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti Bagi Pegawai ASN dalam Masa Pandemi Covid-19. Surat edaran tersebut ditandatangani Tjahjo hari ini, Rabu (7/4).

"Pegawai ASN dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian keluar daerah dan/atau mudik pada periode 6 sampai 17 Mei 2021," demikian bunyi poin dalam surat edaran tersebut.

Namun, ada pengecualian bagi ASN yang melakukan perjalanan dinas yang bersifat penting. Mereka harus tetap mengantongi surat tugas yang ditandatangani oleh pejabat eselon II.

Kemudian, ASN juga diizinkan keluar kota jika ada keperluan mendesak. Dalam hal ini, ASN perlu mendapat izin tertulis dari pejabat pembina kepegawaian di lingkungan instansinya.

Lebih lanjut, ASN yang bepergian keluar daerah juga harus memperhatikan peta zonasi risiko penyebaran Covid-19; peraturan dan/atau kebijakan pemerintah daerah asal dan tujuan; kriteria, persyaratan, dan protokol perjalanan yang ditetapkan oleh Kemenhub dan Satgas; serta disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Dalam surat tersebut, Tjahjo juga membatasi cuti bagi para ASN selama periode larangan mudik.

"Selain cuti bersama sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Presiden mengenai cuti bersama bagi pegawai ASN, pejabat pembina kepegawaian pada kementerian/lembaga/daerah tidak memberikan izin cuti bagi pegawai ASN," tuturnya.

Pembatasan cuti ini tidak berlaku bagi pegawai ASN yang mengajukan cuti melahirkan, cuti sakit, atau cuti karena alasan penting lainnya.

Surat itu juga meminta pejabat pembina kepegawaian pada kementerian/lembaga/daerah untuk menetapkan peraturan teknis. Selain itu, pejabat terkait juga dapat memberi hukuman disiplin kepada pegawai ASN yang melanggar ketentuan tersebut.(*)


Sumber merdekapost.com

Intermezzo

Travel

Teknologi