jelutung.com

Selasa, 20 April 2021

BLT Tak Cair, Suami Tega Aniaya Istri Hingga Kritis

Foto Ilustrasi


Jelutung.com - Seorang pria warga Payo Lebar, Jelutung, tega menganiaya istrinya hingga kritis. Polisi menangkap Hasan (44) setelah mendapat laporan dari warga.

Hasan tega menganiaya istrinya lantaran sang istri yang disuruh mengurus uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) namun tak kunjung cair.

Kapolsek Jelutung, Iptu Aidil Munsaf membenarkan kejadian ini dan saat ini pelaku sudah diamankan pihak kepolisian.

"Pelaku kini sudah kita tangkap. Jadi, sebelum penganiayaan ini terjadi, pagi hari nya antara pelaku dan istrinya ini ribut, ribut karena BLT yang selalu diurus sang isteri tidak cair, lalu pelaku emosi," Aidil Munsaf, Senin (19/4/2021) dikutip dari detik.com.

"Saat ini korban masih terbaring dengan menjalani perawatan serius di Rumah Sakit Bhayangkara. Korban juga sempat alami kritis," tambah Aidil.

Baca Juga Janda Ngaku Gadis, Suami Tuntut Ganti Rugi Rp 5 M

Kejadian berawal Jumat (16/4/2021), pagi hari pelaku ribut dengan istrinya persoalan BLT yang tak kunjung cair. malam harinya pelaku dan istri kembali ribut tentang permasalahan yang sama.

Saat ribut malam hari itu pelaku kesal hingga menganiaya istrinya menggunakan batu gilingan ke bagian wajah sang istri, lalu pelaku mengambil pisau dapur dan menusukkannya ke punggung korban.

Ternyata tak hanya sekali pelaku menganiaya istrinya, kejadian serupa pernah dilakukannya saat keduanya masih tinggal di kota Palembang. 

Saat itu korban juga sempat mengalami luka yang parah, namun pelaku berhasil membujuk korban dengan dalih ingin berubah. Sang istripun memaafkannya dan kembali hidup bersama, hingga mereka pindah ke Jambi.

"Nah untuk kasus hukumnya yang di Palembang itu belum kelar, masih dalam proses, tetapi dia bawa istrinya ke Jambi," ujar Kanit Reskrim Polsek Jelutung, Ipda Fajarudin.

Atas perbuatan pelaku, kini pelaku harus mendekam di sel tahanan untuk dapat mempertanggunghawabkan perbuatannya.(red)

Sabtu, 17 April 2021

Janda Ngaku Gadis, Suami Tuntut Ganti Rugi Rp 5 M



Jelutung.com - 13 tahun menikah, wanita di Makassar dituntut ganti rugi Rp 5 miliar oleh suaminya Sendiri (YA).

Wanita berinisial NN ini digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar karena telah membohongi suaminya dengan mengaku sebagai gadis saat mereka menikah, 2006 silam.

Kenyataannya NN pernah menikah pada 1996 dengan pria lain berinisial SH. Mengetahui hal ini YA menggugat NN ke Pengadilan Negeri Makassar dengan No 1018/Pid.B/2020/PN.

YA menyebut dirinya mendapatkan kerugian mencapai Rp 5 miliar karena dirinya membiayai pernikahan sampai biaya sekolah hingga NN mendapatkan gelar doktornya.

Saksi korban juga mengalami kerugian imateriil karena merasa tertipu dan malu disebabkan terdakwa sebelumnya pernah menikah dengan orang lain dan mengakui dirinya masih perawan dan tidak pernah memberitahukan statusnya tersebut kepada Yulian.

Di persidangan terungkap perkenalan keduanya terjadi saat dipertemukan oleh ibu NN. Keduanya berpacaran 3 bulan meski dengan jarak jauh, dikarenakan posisi Yulian saat itu berada di Jakarta dan NN berada di Makassar.

Selama proses pacaran itu, pihak keluarga tidak pernah memberitahukan status NN sebenarnya kepada Yulian.

Menariknya, sebelum melangsungkan pernikahan, pihak NN menempatkan keterangan palsu ke dalam suatu akta autentik adalah buku/kutipan Akta Nikah nomor 217/17/V/2016 tanggal 7 Mei 2006 yang mana tertuang status terdakwa adalah perawan sementara pada saat itu statusnya adalah janda.

Hakim Hartono Pancono, yang mengadili perkara ini, akhirnya menyatakan NN bersalah karena dianggap memberikan keterangan palsu ke dalam sebuah akta autentik tentang suatu kejadian sebenarnya.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 bulan 9 hari,” kata Hartono dalam putusannya.

Pengadilan juga membebankan kepada terdakwa biaya perkara sebesar Rp 5.000. Putusan ini dibacakan pada 11 Januari 2021 di PN Makassar. (*)

Dikutip dari nasional.id

Jumat, 16 April 2021

Harga Cabe Di Pasar Angso Duo Naik



Jelutung.com – Harga cabe merah di Pasar Angso Duo mengalami kenaikan. Hal ini tidak hanya dipengaruhi ramainya pembeli saat awal Ramadan, tetapi juga karena kurangnya pasokan cabe ke Kota Jambi dari daerah pengirim.

"Penyebab harga cabe naik disebabkan berkurangnya pasokan cabe merah besar dari lokal, Bengkulu, Jawa Barat dan Jawa Tengah," kata Plt Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Provinsi Jambi Syamsurizal, Rabu (14/4).

Syamsurizal mengatakan, untuk harga cabe merah keriting mengalami kenaikan harga dari Rp 34 ribu, menjadi Rp 55 ribu atau naik sebesar Rp 21 ribu atau 62 persen.

Sementara untuk jenis Untuk cabe merah besar juga mengalami kenaikan harga dari Rp 32 ribu menjadi Rp 50 ribu atau naik sebesar Rp18 ribu atau sebanyak 56 persen.

Lanjutnya, saat ini yang masih sangat tinggi yakni cabe rawit merah mengalami kenaikan harga dari Rp 75 ribu menjadi Rp 90 ribu atau naik sebesar Rp15 ribu atau sekitar 20 persen.

"Untuk cabe rawit ini juga disebabkan berkurangnya pasokan cabe rawit dari Bengkulu dan Jawa Tengah,” tambahnya. 

Baca juga Harga Daging Sapi di Pasar Talang Banjar 140 Ribu Rupiah

Naiknya harga cabe ini dikeluhkan warga Kota Jambi. Dengan terpaksa warga harus mengurangi konsumsi cabe guna bisa membeli kebutuhan yang lain.

"Ya terpaksa dikurangi, biasonyo sayo beli cabe 2 kg untuk 1 minggu, sekarang harus cukup 1,5 kilo seminggunyo," ujar Dewi, sambil berjalan menuju motornya.

Untuk harga kebutuhan pangan lainnya masih stabil. Bawang merah di pasar Angso Duo  Rp 29 ribu perkilogramnya, dan bawang putih Rp 22 ribu perkilogram.

Harga daging sapi/kerbau juga masih relatif stabil, berkisar diangka Rp 140 - 150 ribu perkilogramnya, sementara untuk harga ayam potong saat ini Rp 28 ribu perkilogram.(red)

Kamis, 15 April 2021

Zakat Fitrah Kota Jambi Telah Ditetapkan, Ini Besarannya

zakat fitrah kota jambi


Jelutung.com - Pembayaran zakat fitrah untuk tahun 2021 atau 1442 H sudah bisa dilakukan sejak awal ramadan, Selasa (13/4/2021) kemarin.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi mengimbau agar, masyarakat khususnya umat muslim di Kota Jambi tidak menunda pembayaran zakat fitrah. 

Berdasarkan surat pengumuman bersama antara Pemkot Jambi, Kemenag Kota Jambi dan MUI Kota Jambi nomor 89 /Kesra/2021, B-605/KK.05.06/6/BA.03.2/04/2021 dan Nomor B.17/DP.K/MUI-KJ/V/2021, yang berisi tentang penetapan standar zakat fitrah.

“Sudah kita sepakati bahwa, standar zakat fitrah adalah 1 Sho’ atau makanan pokok untuk satu orang. Zakat fitrah dengan beras dalam mazhab Syafi’i dan Jumhur Ulama diukur dengan takaran 11 canting susu dan diukur dengan timbangan dan kehati-hatian seberat 2,8 kg,” ujar Kaspul Anwar, Ketua MUI Kota Jambi, dikutip dari jambi-independent.co.id.

Sementara jika umat muslim berzakat dalam bentuk uang maka, nilainya untuk beras kualitas tinggi senilai 3,2 kg dikalikan Rp 13 ribu menjadi Rp 41.600. Sedangkan beras kualitas sedang 3,2 kg dikalikan Rp 12 ribu menjadi Rp 38.400.

“Untuk beras kualitas rendah, 3,2 kg dikalikan Rp 9.500 menjadi Rp 30.400. Untuk beras kualitas nomor 1 itu, jenis anggur,” terang Kaspul.

Lanjutnya, bagi masyarakat yang akan menyelenggarakan pengelolaan zakat fitrah dan zakat mal tahun 1442 H/2021 M dapat membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap masjid, musala maupun langgar dan di SK kan oleh Ketua Baznas Kota Jambi.

“Ini dapat diusulakn melalui kepala KUA di masing-masing kecamatan,” timpalnya. Sementara itu, mengenai penjelasan tentang fidyah atau pengganti dari suatu ibadah yang telah ditinggalkan, Kaspul Anwar menjelaskan, kriterianya seperti orang yang sakit permanen dan diperkirakan tidak mungkin sembuh.

Baca Resep Es Buah ala Thailand

“Kemudian pekerja berat yang tidak memungkinkan yang bersangkutan untuk berpuasa, kemudian orang yang pikun. Mereka boleh tidak berpuasa, tapi wajib membayar fidyah,” jelasnya.

Adapun rincian pembayaran fidyah yakni, berupa uang sebesar Rp 30 ribu per hari, dan berupa makanan. Yaitu memberi makan kepada fakir miskin 3 kali sehari untuk satu orang.

“Paling lambat itu, 2 hari sebelum hari raya Idul Fitri mendatang. Jadi kita harap jangan lama-lama membayar zakatnya,” tutupnya.(*)

Dikutip dari jambi-independent.co.id

Resep Es Buah ala Thailand

menu buka puasa es buah


Jelutung.com - Saat Buka puasa, kita akan menyiapkan menu berbuka yang sesuai dengan selera kita. Minuman segar seperti es buah menjadi pilihan untuk membatalkan puasa. 

Ada banyak resep es buah yang dapat anda buat, namun es buah satu ini tak kalah lezatnya untuk dinikmati setelah seharian tidak makan dan minum.

Langsung saja ya... kita akan coba buat minuman segar yang diberi nama "Resep Es Buah Ala Thailand dengan Rumput Laut".

Bahan-bahan

¼ kg tepung tapioka

375 ml air panas

Pewarna makanan berwarna hijau

Mutiara merah (sebagai buah Delima Thailand)

1 buah naga merah

1 bungkus rumput laut

es serut

Bahan sirup:

250 ml air

300 gram gula pasir

Bahan santan:

400 ml santan mental

1/2 sdt garam

Langkah-langkah

Buat cendol terlebih dahulu, campur tepung tapioka dan air mendidih. Aduk dengan spatula hingga tercampur rata. Lalu diamkan hingga dingin, baru uleni dengan tangan hingga lembut. Bagi menjadi tiga bagian. Satu warna merah, satu lagi hijau, dan warna putih. Lalu gilas tipis dengan kayu giling. Potong-potong memanjang ukuran 5cm x 1cm.

Didihkan air, masukan potongan tapioka, masak matang, lalu masukan ke air dingin dan tiriskan. Selanjutnya, buat delima merah dengan cara merebus mutiara merah hingga matang. 

Buat sirup gula dengan masak gula dan air hingga mendidih serta mengental. Buat santan pada umumnya hingga mendidih dan mengental. Anda juga bisa menggunakan santan instan kara.

Cuci bersih rumput laut, lalu rendam dengan air mendidih selama dua menit. Kemudian, sisihkan. Kupas buah naga dan potong buah naga sesuai selera.

Sekarang saatnya memahami cara penyajian, tuang kuah santan dalam mangkuk saji. Lalu masukan rumput laut, mutiara (buah delima), cendol, buah naga. Beri es serut dan gula sirup. Hias atasnya dengan biji delima serta santan.

Es buah ala Thailand dengan rumput laut pun siap untuk dinikmati.

Selain segar, es dengan rumput laut ini kaya akan nutrisi, lho! Rumput laut memiliki kandungan air, protein, karbohidrat, lemak, serat kasar, asam nukleat, asam amino, bahkan vitamin A, B, C, D, E, dan K (Erwin, 2012: 5). Hal ini dituliskan leh Erwin dalam buku yang berjudul "Pangan Sehat Kaya Manfaat: + 25 Resep Hidangan Lezat Olahan Rumput Laut".

Wah, rasanya tidak sabar untuk mencoba resep es di atas untuk buka puasa dengan delima khas Thailand. Daripada penasaran, yuk segera praktikan di rumah! (*)


Dikutip dari kumparan.com

Rabu, 14 April 2021

Ganti Profil Medsos Anda Dengan "Twibbon" Hari Otoda ke-25, Ini Caranya



Jelutung.com - Dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah yang ke-25, tepatnya jatuh pada 25 April 2021. Kementrian dalam negeri mengajak seluruh ASN dibawah lingkup Kemendagri dan Pemda Provinsi, Kab/Kota se Indonesia  untuk mengganti profil WA atau sosmed dengan "twibbon" peringatan hari otonomi daerah ke-25 tahun 2021.

"Twibbon" itu adalah bingkai foto yang dibuat dengan sedemikian rupa yang ditujukan untuk dukungan, promosi dan lainnya.

Adapun "Twibbon" peringatan hari otonomi daerah ke-25 dapat anda gunakan dengan cara sebagai berikut:

Pertama, anda harus membuka link https://twb.nz/otdaxxvkemendagri.

Kedua, Klik tombol pilih foto, lalu pilih foto paling keren yang anda gunakan untuk tampil di gadget anda.

Ketiga, Sesuaikan foto dengan frame yang ada, lalu klik crop. Tunggu proses selesai.

Lalu klik download, Selesai.

Prosesnya sangat mudah dan cepat. Tunggu apa lagi, ayo tunjukan partisipasi dan kepedulian kita dalam moment 25 th Otonomi Daerah.

Tetap disiplin dan taati protokol Kesehatan dengan 4M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan).(red)

Intermezzo

Travel

Teknologi